SEJARAH YANG DIPALSUKAN !
Semua sejarah yang dipalsukan sudah menjadi bahan ajar bagi siswa-siswi mulai dari SD, SMP, SMA/MA/SMK dan bahkan perguruan tinggi. Hal ini berakibat pada pembentukan persepsi yang salah dimasyarakat mengenai peran islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mungkin saja tidak banyak siswa yang sudah mencapai tingkat persepsi, terhadap dampak dari pemalsuan sejarah ini. Tapi sesuatu yang sudah diketahui banyak orang akan dianggap benar, dan lambat laun persepsi dikalangan masyarakat akan terbentuk.
Berikut Pelajaran Sejarah yang Dipalsukan :
1. Hari Kebangkitan Nasional
1. Hari Kebangkitan Nasional
K.H. Firdaus AN (pengantar buku jejak jihad SM kartosuwiryo karya Irfan S awas) dalam catatan kaki, hal 28 menyatakan bahwa manifulasi atau distorsi sejarah yang memutar balikan fakta sejarah secara mencolok adalah terjadi pada Budi Utomo yang dijadikan tonggak sejarah pergerakan nasional Indonesia. Padahal bukan Budi Utomo yang merupakan partai politik pertama, tetapi syarikat islam (pertama kali bernama Syarikat Dagang Islam) lahir tahun 1905. Disamping itu Budi Utomo bukanlah partai rakyat yang menantang penjajah Belanda, tetapi golongan kaum priyayi yang menjadi anak mas dan bekerjasama dengan Belanda.
Anggota Budi Utomo tidak ada yang masuk penjara, dibuang ke digul atau ditembak mati oleh Belanda. Tetapi tokoh Syarikat Islam berdesak-desak masuk penjara yang sempit, ditembak mati atau dibuang ke digul (Irian Barat). Budi Utomo bukanlah bersifat nasional, tetapi regional dan anggotanya terbatas pada suku, bangsa tertentu saja (Jawa dan Madura ) dan yang lain dari itu tidak boleh menjadi anggotanya. Sedangkan tokoh-tokoh Syarikat Islam mencakup seluruh bangsa
Tetapi anehnya dia diperingati sebagai tonggak sejarah
Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati tiap tanggal 2 mei tiap tahunnya juga adalah ketetapan yang sangat politis dan subjektif. Hari Kebangkitan Nasional diperingati berdasar atas hari lahir Ki Hajar Dewantaram pendiri taman siswa, 1922 M. padahal 10 tahun sebelumnya 1912 KH. Ahmad Dahlan telah merintis pendirian pendidikan untuk pribumi saat itu. (Mansyur, 2009)
3. Sejarah Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha
Dalam mata pelajaran sejarah di sekolah, kita tentu masih ingat bahwa runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha di Nusantara diakibatkan oleh kebangkitan Kerajaan Islam, dengan artian munculnya Kerajaan Mataram menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sehingga dikesankan Islam ikut berperan menghancurkan. Padahal kenyataannya tidak seperti itu dan itu hasil manipulasi penulisan sejarah sepotong-potong versi sejarawan penjajah.
4. Sejarah Masuknya Islam ke
Di luar itu, banyak sekali catatan sejarah yang menyatakan bahwa masuknya Islam ke Nusantara terjadi pada abad ke-13. Padahal kenyataan itu tidak sepenuhnya tepat, mengingat jika mengacu pada perjalanan pedagang bangsa Arab pasca tersebarnya ajaran Islam setelah wafatnya nabi Muhammad Saw. maka dapat disimpulkan abad ke-7, Islam sudah masuk ke wilayah ujung paling barat di
Bahkan Buya Hamka berpendapat pada abad ke-7 wirausahawan Muslim dari Arab sudah berjualan di pantai barat
5. Sejarah Tokoh-Tokoh Islam
Beberapa tokoh islam yang sejarahnya dipalsukan atau diputar balikan peran dan sepak terjangnya atau tujuan pergerakannya, adalah
a) Wali songo
Sejarah wali songo lebih menitik beratkan pada hal-hal mistis, padahal pada sejarah walisongo terdapat suatu upaya, strategi penyebaran islam di indonesia. Umumnya kita mengira wali sanga sebagai pembawa pertama ajaran islam ke nusantara
b) Pangeran diponegoro
Sejarah yang mengatakan bahwa Pangeran Diponegoro berperang se-kedar untuk tanah leluhur dan ini amat sangat mengerdilkan perjuangan beliau. Pangeran Diponegoro bukan seorang makelar tanah. Dia berjuang untuk agama dan sekaligus untuk bangsanya. Tentu tidak adil jika mele-takkan motif dan tujuan perjuangan seorang ulama seperti Diponegoro di-reduksi dari urusan agama menjadi sekedar urusan duniawi (Mansyur, 2009).
c) Sisinga Mangaraja XII
Dalam sejarah dikatakan bahwa si singamangaraja adalah seorang kristen padahal ia adalah seorang muslim. Hal ini terlihat pada lambang bendera, dan stempel dan cap kerajaannya menggunakan tahun hijriyah. (Mansyur, 2009)
d) S.M.Kartosuwiryo
Orang mengenalnya sebagai pemberontak, karena beliau adalah proklamator NII, ia dianggap mendirikan negara dalam negara. Padahal ia memproklamirkan NII, ketika Jawa Barat sedang vacum of power. (Awas, 2007). Selain itu beliau juga merupakan seorang ulama yang aktif menulis dan seorang mujadid, beliau orang yang banyak berperan sejak pra kemerdekaan sampai sesudah kemerdekaan, dan pernah ditawari sebagai mentri pertahanan tapi ditolaknya karena tidak setuju dengan falsafah yang tidak sesuai dengan Al- Quran.
e) Kapitan patimura
Orang mengenalnya sebagai orang nasrani padahal ia adalah muslim. (Mansyur, 2009)
f) RA Kartini
Sejarah tidak mengekspos bahwa ia berjuang berdasarkan al-quran dan sunah. (Mansyur, 2009) Dalam sejarah lebih cenderung ke Emansifasi wanita, tanpa ada kaitan dengan sesuatu yang mengilhami beliau atau pemahaman yang menggerakan beliau. Sehingga pada akhirnya emansifasipun menjadi emansifasi kebablasan.
g) HOS Cokro Aminoto
Sejarah tidak mengekspos tentang pemikiran-pemikiran beliau, yang menginginkan berdirinya negara berdasar islam, yang diturunkannya pada SM. Karto Suwiryo.
h) Dan lain-lain
Masih banyak tokoh- tokoh islam lainnya yang peran dan sepak terjangnya didiskreditkan, ditutupi, dibatasi, diputar balikan atau dikurangi. Hal ini semua merupakan deislamisasi penulisan sejarah. Salah satu tokoh yang berperan dalam deislamisasi sejarah ini adalah M. Yamin penganut Tan Malakais yang berhaluan Marxist.
Deislamisasi Catatan Sejarah yang Menjadi Bahan Ajar di Dunia Pendidikan
Dalam mata pelajaran sejarah di sekolah, kita tentu masih ingat bahwa runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha di Nusantara diakibatkan oleh kebangkitan Kerajaan Islam, dengan artian munculnya Kerajaan Mataram menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sehingga dikesankan Islam ikut berperan menghancurkan. Padahal kenyataannya tidak seperti itu dan itu hasil manipulasi penulisan sejarah sepotong-potong versi sejarawan penjajah.
Di luar itu, banyak sekali catatan sejarah yang menyatakan bahwa masuknya Islam ke Nusantara terjadi pada abad ke-13. Padahal kenyataan itu tidak sepenuhnya tepat, mengingat jika mengacu pada perjalanan pedagang bangsa Arab pasca tersebarnya ajaran Islam setelah wafatnya nabi Muhammad Saw. maka dapat disimpulkan abad ke-7, Islam sudah masuk ke wilayah ujung paling barat di
Selama ini kita jarang mendengar tentang peranan siginifikan figur pejuang Muslim yang membela Tanah Air. Hal itu terkait dengan dominasi penulisan sejarah yang dilakukan penjajah barat yang menguasai arus kekuatan informasi hingga penulisan sejarah pun dibuat versi mereka untuk kepentingan politis.
Karena sudah jamak diketahui sejarah ditulis berdasar versi penguasa dan cenderung mengabaikan dan menghilangkan sama sekali berbagai sumbangsih positif yang berhasil dilakukan musuhnya dalam hal ini kalangan tokoh Islam. Juga, realitas sejarah mengatakan bahwa sejarawan Belanda yang disponsori pemerintah kolonial berupaya dengan sengaja mendistorsikan penulisan sejarah
Masyarakat
Proses deislamisasi ini ditebar lewat dunia pendidikan, sehingga generasi penerus bangsa teracuni oleh sejarah yang penuh kepalsuan. Hal ini berakibat pada simpati masyarakat, serta pemaknaan dan persepsi masyarakat yang salah terhadap islam.